Jejak Sahabat

Berbagi, Mencari, dan Kembali

Setiap orang menjadi tokoh utama dimasing masing ceritanya, dan setiap tokoh bisa merubah ceritanya.

‘Aku sayang kau’

Banyak orang bilang persahabatan itu indah, dan itu memang benar, hati yang sepi menjadi penuh melodi karena sahabat.. jiwa yang gundah menjadi tenang karena sahabat… dan… alangkah indahnya jika kebahagiaan hidup juga dilengkapi oleh kehadiran seorang sahabat…

Ada banyak arti tentang sahabat… ketulusan…..

itulah sesuatu yang kuyakini sebagai kekuatan terbesar dari indahnya persahabatan.

Dan dia…, meski hadirnya dalam masa yang singkat, namun ia mampu menyentuh hatiku dengan cara yang tak dapat tergantikan oleh apapun, siapapun, dimanapun, dan sampai kapanpun…

sebut saja namanya Chyio, dan aku mengenalnya tiga tahun silam saat aku melakukan tugas prakerin di sebuah dunia kecil dalam kotak. awalnya tak ada yang indah, bahkan akupun sempat membencinya karena suatu alasan, namun entah mengapa semua pikiran negatifku tentangnya menjadi berubah sejak malam itu, ya! aku menemukan ketulusan dalam kata dan pemikirannya.

“lebih baik kau jujur dan katakan apa adanya pada bapak.. daripada aku yang bilang ntar malah kesannya kau yang gak bertanggung jawab” itulah saran yang pertama kali ia berikan saat hatiku kacau gara-gara lampu yang kugunakan untuk shooting film rusak. meski bukan aku yang menjatuhkan lampu itu hingga rusak, namun akulah yang harus bertanggung jawab karena aku adalah ketua kelompok pada tugas pembuatan film itu.

Chyio buakanlah anggota kelompokku, tapi ia peduli.

ia mendengar disaat semua orang menutup telinga, ia mendekat saat semua orang menjauh, dan ketulusan persahabatan yang selama ini kucari ada dan selalu ada dalam dirinya.

“Kau kenapa??” itulah tanya yang hingga kini selalu ia tanyakan dan aku selalu menantikan tanya itu. awalnya adalah ketika pagi itu aku menangis, aku menangis karena aku merasa sepi dalam keramaian para hati yang tak berhati, dan juga kerena aku merasa sepi dalam keributan rumah yang waktu itu jauh dariku . Dan entah kenapa tanya itu mampu menyentuh hatiku seakan Tuhan telah memberikan satu isyarat akan hadirnya sesuatu yang selama ini kucari, sahabat sejati…

Dua bulan telah berlalu dan perpisahan itu harus ada. 

Aku dan Chyio harus berpisah dan kembali pada jalan hidup masing – masing. air mata itu pasti ada dan entah berapa kali aku mengigau memintanya untuk pulang dan tetap bersamaku, haha! memang ku tau itu mustahil. karena jarak Medan-Kendal bukanlah seperti jarak diantara sela-sela jari.

            Kebersamaan memang akan sangat terasa berarti ketika perpisahan itu telah terjadi, mungkin ini karena keegoisan hati yang tak mampu melihat indahnya kebersamaan. Hidupku memang berubah setelah mengenal Chyio, dua tahun setelah kami berpisah aku tak pernah absen untuk menghubunginya meski hanya sekedar lewat sms, hidup memang tak pernah lepas dari masalah, dan semua itu mampu aku lewati karena saran dan pendapatnya yang selalu menyiratkan ketulusan dalam sejatinya persahabatan.

Setiap orang menjadi tokoh utama dimasing masing ceritanya, dan setiap tokoh bisa merubah ceritanya.

‘Aku sayang kau’

            Itu adalah sms terakhir yang dikirimkan Chyio kepadaku sesaat setelah ia menerima kiriman buku diaryku. ya, aku memang memberikan buku diaryku padanya kerena aku percaya dia, dan aku sudah tidak membutuhkan buku itu lagi karena kini aku telah menemukan tempat yang lebih nyaman untuk berbagi, sahabat…

Entah apa maksud dari sms nya itu, karena ketika ku tanyakan Chyio hanya menjawab:

“pikir aja sendiri, kau kan penulis…”

            Dan kini, aku kehilangan jejaknya, Chyio menghilang sejak setahun yang lalu, entah apa sebabnya, pagi itu adalah tepat hari kelahirannya. Akupun ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, kucoba meng- sms Chyio, satu menit, lima menit, hingga satu jam sama sekali tak ada balasan darinya, padahal biasanya ia selalu membalas sms dariku tak lebih dari enam puluh detik.

           

            dimana kau sekarang, sahabatku..???

THE END

hmm.. akhirnya tulisanku terbit juga di salah satu majalah lokal di kota Medan. aku sengaja mengirimkan tulisan itu karena aku berharap itu akan dibaca olehnya. ya, tulisan itu adalah kisah nyataku, dan Chyio benar – benar ada, Ia adalah sahabat terbaikku yang kini menghilang entah dimana, kupikir karena Chyio adalah orang Medan jadi aku berharap bisa menemukannya di kota itu.

Aku harus menemukannya, aku hanya ingin mengucapkan satu kata padanya, Terimakasih.

karenanya hidupku kini menjadi sangat bahagia, karena semangatnya kini Aku bisa mewujudkan mimpiku menjadi seorang penulis. Aku tak akan pernah menyerah untuk mencarinya sebelum aku menemukannya.

Sudah satu minggu aku berada di kota Medan, dan Reza, adalah sosok pria pengisi hatiku yang selalu menemani, menjaga, dan melindungiku setiap waktu, awalnya aku tak ingin Reza ikut aku ke Medan, tapi ia terus memaksa dengan wajah penuh dengan rasa khawatir, aku pun tak kuasa menolaknya, hatinya penuh dengan ketulusan untuk menjagaku.

Reza terus membantuku mencari Chyio, ia menemaniku keliling kota Medan, namun hingga satu minggu aku mencari, Chyio tak juga ku temukan, dan kebetulan hari ini tulisanku itu terbit di sebuah majalah di kota Medan. Aku sangat bersyukur dan berharap bisa segera bertemu dengan sahabatku Chyio, karena waktu liburku di kota Medan tinggal satu hari lagi.

“jangan menyerah, Chyio pasti ketemu kok…” ucap Reza saat menemaniku makan malam di sebuah restaurant.

“tapi waktu kita tinggal besok Za…” jawabku mulai putus asa.

“ya besok kita cari lagi, sekarang kita kembali dulu ke penginapan, udah malem kamu harus istirahat, beberapa hari ini kan kamu tidak pernah tidur…” pinta Reza dengan nada khawatir.

“kamu duluan aja, aku masih mau jalan-jalan, Aku gak akan pernah bisa tidur sebelum ketemu Chyio.

“hmm, yaudah aku temenin…” jawab Reza

Aku hanya tersenyum pada Reza, jujur aku merasa tak enak sudah merepotkannya, namun aku juga tak bisa untuk menolak ketulusannya.

Tak terasa sinar sang fajar telah menyapaku pagi ini,  Aku kaget ketika tersadar tengah duduk di pinggir jalan dan bersandar di bahu Reza, jaket yang Reza pakai ternyata telah menyelimuti tubuhku.

“Za…! sejak kapan aku ketiduran?? kok kamu gak bangunin aku sih…??!” tanyaku bingung.

“Sejak jam setengah tiga pagi, aku gak tega bangunin kamu, kamu sudah sangat kelelahan tadi malam..” jelas Reza.

“jadi udah berjam-jam aku bersandar di bahumu?? Kamu pasti capek.., maaf ya Za..” ucapku penuh rasa bersalah.

“Hussttt…. udah gak papa, mending sekarang kita balik ke penginapan, terus lanjutin buat cari Chyio, karena jam lima sore nanti kan kita harus sudah kembali ke Semarang.

Aku hanya mengikuti kata-kata Reza, dalam hati aku semakin mengagumi sosoknya yang dewasa dan penuh dengan ketulusan.

Aku dan Reza berpisah di lorong penginapan dan masuk ke kamar masing-masing untuk bersiap mencari Chyio. satu jam lagi kami janjian untuk ketemu di depan penginapan.

Aku termenung sendiri dikamar,  perasaan ini  tak nyaman, hatiku seakan menyeret diri untuk beranjak dari tempatku saat ini, tanpa pikir panjang aku segera keluar dari penginapan dan menaiki taxi, tanpa Reza.

“jalan aja pak…” perintahku pada supir taxi saat menanyakan kemana tujuanku. beberapa jam kemudian Aku sampai di sebuah tempat.

Aku tak pernah melihat tempat ini sebelumnya, tempat yang begitu indah dengan hamparan air biru dan secuil daratan ditengahnya.

Danau Toba, hatiku telah menuntunku ke tempat ini, tempat yang sebenarnya telah Aku dan Chyio rencanakan untuk bertemu jauh – jauh hari yang lalu. Aku lalu berjalan di pinggiran danau, mataku seakan tak rela melewatkan sedetikpun waktu berkedip untuk melihat keindahan Danau Toba.

Aku terus memandangi sekelilingku, dan perhatianku tiba-tiba terhenti pada seseorang yang tengah duduk di kursi roda, matanya jauh memandangi hamparan air biru Danau Toba. meski aku tak melihat wajahnya, Aku merasa tak asing dengan orang itu, Aku lalu mencoba mendekatinya, semakin dekat hingga aku melihat dengan jelas wajah sendunya kini.

“Chy…” panggilku pada orang itu. Dengan perlahan orang itu menoleh ke arahku, kini aku benar – benar yakin dia Chyio, sahabatku yang kucari, mata kami saling bertatapan, dan seketika Chyio kembali memalingkan wajahnya dariku.

“Kau kenapa?” tanyaku pada sosok sahabat yang kini tampak begitu lemah tak berdaya. Chyio hanya diam.

“Chy,..!! jawab! Kau beneran Chyio sahabatku kan??” tanyaku padanya.

“Kau salah orang, Chyio yang dulu sudah mati, yang ada di depanmu sekarang adalah Chyio yang lemah, yang hanya berharap kematian.” jawab Chyio dengan nada putus asa.

“Kau kenapa?? kenapa sekarang kau seperti ini..??” Aku menangis melihat perubahan Sahabatku ini.

“Aku tak pantas lagi bersahabat denganmu, Aku sudah tak berguna lagi untukmu,..” ucap Chyio. matanya terus memandang jauh kedepan. mata yang dulu begitu tegas dan tajam kini menjadi sayu dan lemah.

Setiap orang menjadi tokoh utama dimasing masing ceritanya, dan setiap tokoh bisa merubah ceritanya.

‘Aku sayang kau’  kuucapkan kembali kalimat itu padanya, Chyio hanya diam.

“Apapun yang terjadi, bagaimanapun keadaanmu sekarang, kau tetaplah menjadi Tokoh utama dalam kisah hidupmu, kebahagiaan dan penderitaan, itu semua harus kau rasakan untuk mendewasakanmu dan menjadikan warna dalam hidupmu, itulah yang aku pahami dari maksud kata-katamu dulu, bukankah itu benar??” ucapku pada Chyio.

Chyio hanya diam, ada air mata yang menetes diwajahnya. perlahan ia bangkit dari kursi rodanya, tubuhnya tampak rapuh, dengan reflek akupun segera membantunya berdiri.

“kau mau kemana?” tanyaku padanya yang hampir terjatuh. Chyio memandangku, wajah sendunya kini berhias senyuman.

“aku mau menyambut sahabat terbaikku” ucapnya dengan penuh ketulusan. Akupun tak kuasa menahan air mata keharuan yang akhirnya kubiarkan keluar, sahabatku telah kembali. Terimakasih Tuhan…

Setelah puas melepas rindu di tepian danau Toba, Chyio pun menceritakan kejadian pahit yang merubah seluruh hidupnya, setahun yang lalu mobil yang membawa Chyio dan keluarganya mengalami kecelakaan yang membuatnya harus duduk di kursi roda dan merenggut nyawa kedua orang tuanya, sejak itu ia hidup sebatang kara, semangatnya mulai goyah dan iapun putus asa, Chyio merasa hidupnya tak lagi berguna.

Aku menangis mendengar ceritanya.

dan kini,

aku akan mendengarkannya disaat semua orang menutup telinga, Aku akan menemaninya disaat semua orang menjauh, dan ketulusan persahabatan yang selama ini kudapat darinya akan kembali kuberikan padanya.

Dan Aku memutuskan untuk menetap di kota Medan, Aku tak mau lagi kehilangan sahabat terbaikku, setelah ku beri tau keputusanku ini pada Reza, ia pun mengerti, Reza akhirnya kembali ke semarang seorang diri, dan iapun berjanji akan segera menyelesaikan pekerjaannya di Semarang untuk segera menyusulku dan menemaniku di Medan.

kini aku tak menginginkan apapun dari Tuhan, sahabat terbaikku telah kembali, dan kekasih hati yang setia pun telah kumiliki. kan kujaga mereka sekuat dayaku seperti mereka selalu memberikan ketulusannya kepadaku.

Setiap orang menjadi tokoh utama dimasing masing ceritanya, dan setiap tokoh bisa merubah ceritanya.

‘Aku sayang kau’

:: SELESAI ::

NB: Kisah ini hanyalah fikfif  belaka, jika ada kesamaan tokoh atau cerita itu hanyalah kebetulan semata. 😀

(Ini ditulis oleh sahabatku.. si pembenci bawang dan pecinta melati :))

Iklan

Bertemu seorang teman, yang mungkin memang sudah lama tidak berjumpa dan sering kali mengingatkan kebaikan dengan caranya. Rasanya seperti tertampar dengan bahagia tepat di muka. tak perlu blush-on lagi untuk pemerahnya.

Kenapa terasa begitu, karena memang aku sadar baik ku hanya dipermukaan tanpa memperbaiki di dalamnya. masalah ku timbul dari pilihan yang ku ambil dan itu bukan ujian dari Nya.

aku sadar, sakit hati, kecewa hingga amarah yang kurasakan saat ini atau sejak dulu adalah hasil dari jalan yang kupilih tanpa mempertimbangan aturan yang sudah dia hadirkan.

Keluhan-keluhan yang selalu terucap hanya akan membuat jalan ku berhenti di tempat. Ia sudah mengatakan berhati-hati, menjaga jarak dan hati. tapi aku pura-pura lupa dan tidak mencari tau kenapa.

Hingga seorang teman mengatakan tak ada perubahan yang lebih baik dari diri ini. tak ada. dari dulu hingga sekarang masih seperti ini. Iman yang rendah, keluhan yang banyak, tidak menampakkan ketenangan dan banyak hal yang kurang baik lainnya.

aku ingin berubah, ingin menjadi lebih baik, tapi mulai dari mana?

New Year

1 January 2019

Mungkin bagi mereka ini adalah hari pertama di tahun yang baru, banyak yang masih bersuka cita dengan harapan-harapan yang mereka elu elukan. dengan bahagia mereka melontarkan petasan dan sorak gembira hingga penghujung malam tiba.

di hari yang sama disaat orang bergembira aku sibuk menguatkan diri sambil berlinang air mata. ya tahun ini awal baru yang ku yakini akan lebih baik ternyata diterpa kabar yang tidak menyenangkan tentang kesehatan orang tua ku yang menurun

ku akui banyak orang yang punya masalah lebih besar dari pada yang ku hadapi saat ini itu sudah pasti. banyak teman temanku yang sudah mengalami terlebih dahulu pada akhirnya pasti terlewati. Namun, proses menerimanya ku tetap butuh waktu saat sandaraan tak ada lagi disekitar hanya saat bersujud ku bisa mengadu aku hanya butuh waktu.

aku harus bisa lebih kuat dari dia yang selama ini sudah memelukku erat. aku masih perhitungan memberikan waktu luang mungkin ini ujian atau hukuman. entahlah tapi aku masih yakin dan percaya rencana tuhan akan jauh lebih baik meski kadang tidak menyenangkan.

semoga segala hal buruk bisa terganti dengan hal baik nantinya aamiin.

Lagi

hilang tanpa pulang
mungkin sudah jadi kebiasaanmu
pergi tanpa kembali
lebih dari sekali

tanpa sadar aku sudah menunggu mu
tanpa arti
sepertinya takdir tak ingin kita bersatu
sepertinya yang cinta hanya aku

Aku harus berhenti mencari
dan harus pulang tanpa membawa mu kembali
penantian yang tidak lagi berseri
masih ku lakukan lagi

 

cerita dikala hujan

aku ingin cerita denganmu tentang harapan, angan yang ku pikir nyata
duduk di salah satu warung kopi di hampiri rintik hujan disore hari. Membuatku sedikit mengingat beberapa cerita yang membuat perih di ulu hati.

sembari mengingat, ternyata hubungan yang dibina lama berawal dari pertemanan pun bukan jaminan,  seperti tidak mengerti apa yang akan terjadi kalau aku begini, bagaimana jika aku begitu. cukup lama aku menahan diri berpikir apa bisa jika aku berhenti menghubunginya? apa bisa aku merasa tenang melihat dia bahagia dengan orang lain?

dan berbagai pertanyaan pesimis lainnya, mengatakan cinta sebagai alasan buat bertahan dari hubungan yang tidak seimbang. kenapa tidak seimbang? mungkin karena  tidak ada rasa saling lagi dihubungan itu. saling mencari, saling merindu dan saling peduli.

aku tidak tau bagaimana hubungan yang ideal menurut kalian. tapi untukku hubungan ideal itu yang saling mencari satu sama lain bukan untuk tiap hari bersama tapi ada rasa peduli untuk tau bagaimana dia melewati hari hari nya. Saling merindu bukan untuk telponan berjam jam tapi untuk merasakan manisnya hubungan. Sapaan ringan dari pesan singkat bisa menjadi moodbooster untuk hari-hari yang melelahkan.

Padahal dalam hubungan yang aku tau, tak ada larangan untuk melakukan apapun kesenangannya hanya saja aku ingin di tengah kesibukannya masih ada waktu yang dia luangkan untukku, masih ada waktu untuk dia mengingatku. Nyatanya tidak seperti itu.

alasan yang selalu terdengar, Begini caraku mencintaimu maaf jika memang agak berbeda tapi ini lah caraku. Aku mencoba mengerti dia yang seperti itu tapi bisakah dia mengerti dan sedikit toleransi dengan kebiasaan dan kebutuhan ku?

tak kupungkiri dia punya sisi manis yang tidak bisa di tebak jika moodnya baik. namun sisanya terkadang lebih banyak membuatku mengeluh. Namanya juga hidup.

Aku mencintainya masih sampai saat ini meski dia hilang ditelan bumi dan tak pernah kembali, aku masih mencintainya mungkin dulu dengan ambisi hampir terobsesi hingga menganggu orang sekitarnya untuk tau kabarnya saja.. creepy ya? haha belum separah itu kok. dia memang suka menghilang beberapa hari tanpa memberikan kabar. sering membatalkan janji yang terkadang membuat kecewa. Namun aku akuin dia bisa diandalkan.

Banyak yang mengandalkannya, namun dia jarang memprioritaskan aku diantara mereka yang membutuhkannya. Tak apa aku bangga memilikinya saat itu.

Namun sekarang aku harus mencintai dia dengan cara yang berbeda. Mencintai tanpa memiliki, peduli tanpa mencari tau kabar beritanya mencintai dengan menutup komunikasi mencintai dengan mencintai diriku sendiri.

Aku masih berharap akan ada cerita yang lebih baik dengan tokoh yang masih sama namun kedaan dan situasi yang berbeda. Aku masih berharap dia adalah anganku yang akan menjadi nyata.

Namun ku takkan lagi pernah meminta kepadamu.
Baik -baiklah kau disana. Aku doakan selalu bahagiamu.
aku masih akan menjadi orang yang akan mencintaimu tanpa berkurang sedikitpun rasaku. seperti saat bahagianya aku melihat mu memakai toga itu.

 

 

 

Hai, so long time i am not write again..

Jadi sekarang aku lagi mencoba buat realisasikan rencana ku yang sempat tertunda yaitu kuliah lagi. Mungkin sebagian orang bakal berpikir kenapa sih harus kerajinan kuliah sampe s2 ? buang buang uang dan waktu. apa lagi kalo bayarnya sendiri gak pake beasiswa.

aku sempat dengar omongan yang seperti ini diantara orang yang ada di sekitarku. Memang pada dasarnya kalo kita mau lanjut pendidikan ntah sekolah, universitas bahkan kursus. harusnya semua punya pertimbangan dan tujuan. Karena memang akan sia sia kalo misalnya kita sibuk ambil kursus mahal namun ternyata setelah tamat dan selesai gak kita pake itu ilmu. Gak usah deh buat orang banyak. Buat diri sendiri aja ternyata engga.

Nah, mungkin sebagian ada yang berpikir apa yang buat aku milih kuliah lagi setelah 3 tahun ninggalin bangku kuliah. Pada awalnya aku sempat berpikir yang kuliah S2 ini rata rata hanya ingin mengakhiri pendidikannya sebagai dosen, atau kebutuhan pekerjaannya bahkan ada juga yang mengatakan kuliah lagi untuk mengisi waktu luang. tapi untuk diri ku sendiri saat ini tidak menampik aku ingin menjadi bagian dari Tim Pendidik yang ada di Indonesia tapi itu bukan alasan utama. Alasan utama ku lebih kepada dunia kerja yang saat ini adalah dunia marketing yang mebuat aku jatuh cinta. Deg degan berkali kali dengan targeting dan strategi yang harus dibuat. Bangun brand awarness diantara masyarakat. yang meski aku belum bisa jadi marketing komunikasi (markom) profesional tapi rasa ingin belajar lagi itu cukup besar. dan akhirnya Pengumuman kelulusan ujian pascasarjana kemarin tanggal 12 september 2018 sudah memberikan aku kesempatan buat belajar lebih dan mengejar mimpiku.

Meskipun langkah awal sudah ku jalanin, tetap saja aku sadar diri sebagai manusia yang management waktu nya kurang baik, management perasaannya juga kurang sempurna semangatnya sering naik turun membuat banyak ketakuta-ketakutan ku muncul.

Apakah bisa aku selesai tepat waktu?
Apakah bisa aku jalani lebih baik dari pada zaman aku kuliah S1 dulu?
apakah bisa management waktu ku lebih teratur?

dan banyak pertanyaan pesimis lainnya yang juga menjadi kelemahan utama ku. Tapi aku masih yakin dan percaya jika orang lain bisa, kenapa aku tidak? harusnya kalo pun aku tidak bisa lebih baik dari mereka setidaknya aku bisa cukup baik seperti mereka. Semoga rezeki ku mengalir terus meskipun kontrak kerjaku habis. Semoga saja ada perusahaan yang menerima ku meski sambil kuliah.. semoga saja.
mohon doanya teman-teman

mungkin aku akan cerita lebih banyak terntang journey kuliah ku. semoga kalian tak bosan melihatnya 🙂

 

pernahkah kau berpikir sudah sejauh apa kau menjalani hidup ini?
terus melakukan kesalahan.. dosa dosa yang dikumpulkan…
doa doa yang terus dipanjatkan.. ada yang terkabul ada yang tertunda ada juga yang tidak mendapat apa apa..

seiring berjalannya waktu, semakin paham dengan keadaan yang terkadang tidak selalu sesuai rencana dan harapan. terlalu sering melihat keatas terkadang membuat putus asa sering melihat kebawah membuat rasa syukur dan terkadang  rasa sombong..

apa yang sebaiknya dan apa yang seharusnya terkadang tak kita jalankan meski kita sadar yang kita lakukan sudah diluar jalur yang semestinya. Kata kata penyemangat yang kita ucapkan ke orang lain sering kali terlupa ketika masalah itu menghampiri diri sendiri..

Hidup dalam kecemasan karena kenyataan yang tak sesuai angan, atau bahkan karena takut pengakuan yang tidak diterima? sedangkan manusia lainnya hanya ingin tau dosa dosa manusia lain… dan sibuk membandingkan dirinya yang mungkin dosanya masih lebih baik.

Kesadaran yang terus disarah, niat berubah yang terus terucap namun pelaksanaan yang cukup berat. Harus bagaimana ku mulai lagi semua?
apakah akan ada yang akan menerima pengakuan nyata dari manusia yang penuh muslihat dulunya…

apakah ada tempat untuk orang orang yang sudah menyesal akan masa lalu nya dan berniat menjadi lebih baik untuk masa depannya. Jika ada Tunjukkan kepada saya 🙂

suara suara disekitar memberikan suasana keramaian
namun semakin kesepian, tak ada kata yang bisa ku sampaikan
aku hanya mendengar.. terus mendengar..
hingga ku tak terbiasa untuk mengatakan apa yang kurasa..

tau kah kau? kesepian ini semakin nyata, disaat suara suara itu kembali terngiang.
terkadang perasaanku tersampaikan dari bunyi lain yang mengandung lirik.
namun sepi ku tak menghilang jua.

Melihat, mengamat dan menunggu…
tak ada yang lain yang bisa kulakukan…
Sepi ku juga tak mau menghilang.
Kembali lah…

Ku mohon, Kembali lah..
aku tak ingin hanya mendengar lagi tanpa bisa menyatakan inginku..
Kembalilah.. Lirik -Lirik ini membuatku semakin menginginkan mu disini..

Kembali lah…
biar ku tak kesepian sendiri…

 

Perlawanan

aku pernah memandang orang lain sebelah mata dan merasa diri sendiri lebih hebat padahal pada akhirnya diriku yang bukan apa – apa. Sedangkan Dia terus melonjak dengan usahanya.

ada rasa penyesalan melihat hidup yang tidak ada kemajuan. Bagaimana ini? apakah belajar ku yang kurang? usaha ku yang tak ada atau aku terlalu berekspetasi ketinggian yang akhirnya tidak menciptakan apapun setelahnya.

harusnya bisa dimulai dari sekarang, sebelum ada kata terlambat.

tapi terkadang rasa malas seakan datang memeluk dan tidak mau melepas hingga berakibat kita tak jadi melakukan pergerakaan apapun.

hingga saat ini aku masih mencoba melawan rasa itu. Musuh terbesarku bukan lagi masalalu tapi rasa malas ku. tiga kali bertanding satu kali menang sering kali kalah dan ini salah satu bentuk perlawananku.

bukan perlawanan yang besar tapi semoga berefek dengan benar 🙂

Untukmu ~

kau pikir semuannya akan lebih mudah, jika kau berhenti memikirkan nya. ternyata untuk berhenti cukup sulit. Berulang kali kau buka dan tutup akses untuk berinteraksi agar dia juga tidak bisa melihat apa yang sedang  kau lakukan. Namun pikiran mu tidak mau berhenti memikirkannya. Dan dia pun tak pernah sadar.

Apa kau kira perubahan itu akan ada setelah semua ini waktu yang terbuang dan semua yang sudah di lalui. Ternyata hanya kau yang harus memaklumi. Memaklumi yang tak masuk akal sehat mu sebagai orang yang berpikir seperti orang pada umumnya.

pernah kah sekali saja dia menggunakan sudut pandangmu untuk melihat situasinya saat ini? Pantaskah kau merasa cemas akan sesuatu yang memang belum kau miliki sepertinya tidak kan ? memang tidak.

Apa yang mau kau harapkan dari seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri? perhatian? pengertian? Sudahlah. Bangun dari mimpi mu. Terima situasi ini bahwa sedetikpun kau tak ada di dalam pikirannya apa lagi hatinya.

dia hanya datang disaat dia membutuhkan mu dan bantuan lainnya. Terlebihnya dia bisa menyelesaikan semua sendirian, hingga kau menjadi benar-benar tak berguna di hidupnya!

Wah, kenapa kau ini? sebegitu depresinya kah dengan tingkah lakunya? sadarlah kau hanya menjalani hubungan yang sepihak. Tak ada kau di hatinya, Tak pernah ada kau dalam memory hp nya. Percuma saja kau menunggu chat darinya yang seminggu kemudian belum tentu pesanmu berbalas.

Sibuk katanya? Hampir semua orang di dunia ini mempunyai kesibukan yang hampir serupa. malah ada yang memikirkan lebih dari sejuta umat dan beribu pertemua dan pemikiran masih sempat mengabarkan orang yang di anggap penting baginya. Tapi kau? Memang tidak dianggap wajar saja dia tak pernah menghubungi dirimu duluan.

aku katakan padamu, sebagai teman…
teman yang mungkin lebih mengerti dirimu dan akan selalu ada daripada dia..
berhentilah dari sekarang.
Ikhlaskanlah dia yang mungkin saja tidak akan jadi milikmu!
tersenyumlah karena akan ada saatnya kamu menjadi objek yang dijaga dan disayangi. kau tak akan perlu menunggu lagi. Hargai dirimu ciptakan nyaman mu sendiri..

Tolong dengarkan aku 🙂

Kukira Lupa

hari pertama memulai lagi setelah sempat berhenti

suasana sendu yang mendukung untuk merasa pilu

ah, kapan rasa ini berhenti pikirku

suara air yang saling bertubrukan

gemericik air yang jatuh ke genangan

membuat setetes ingatan dan kenangan

terciprat kembali menguak kepermukaan

kukira aku sudah lupa

ternyata mereka hanya mengendap ke dasar